Total Tayangan Halaman

Kamis, 19 Februari 2026

Tempat Manisan Cina Antik

 















Foto diatas adalah sebuah Tempat Manisan Antik yang terbuat dari bahan Pewter (Logam Putih), dan berdasarkan informasi yang saya dapatkan salah satu kerajinan Cina kuno yang terkenal didunia adalah Pewter (Logam Putih), yaitu merupakan seni pembentukan dan pengolahan logam putih yang indah dan unik. Material ini terbuat dari campuran logam, seperti timah, tembaga, antimon, dan seng. Kerajinan Pewter telah ada sejak zaman kuno dan terus menjadi salah satu bentuk seni yang paling diminati hingga saat ini.

Salah satu daya tarik utama dari kerajinan Pewter adalah keindahannya yang khas. Logam putih memiliki kilau lembut dan warna elegan yang mampu memberikan sentuhan mewah pada setiap karya seni yang dibuat.

Seniman kerajinan logam China Pewter menggunakan berbagai teknik dalam pembuatannya. Mulai dari pukulan, cetakan, hingga ukiran untuk menciptakan pola dan detail yang rumit. Teknik ini akan menghasilkan karya seni yang memikat mata dan memberikan keindahan abadi.

Setiap karya Pewter memiliki karakteristik yang berbeda-beda, tergantung pada gaya dan teknik seniman. Karya Pewter memiliki motif tradisional yang terinspirasi dari budaya dan warisan lokal. Selain itu, ada pula karya Pewter yang memiliki desain lebih modern dan kontemporer. Keunikan ini membuat karya seni Pewter bernilai tinggi. 

Sumber informasi: https://wirotocraft.com/kerajinan-logam-china/


Dibawah ini adalah beberapa contoh barang yang terbuat dari Pewter dengan harga tinggi:








Untuk tempat manisan yang saya miliki ini sepertinya sangat jarang sekali, bahkan tidak ada informasi keberadaannya dipasaran Eropa dan Amerika, karena saya hanya mendapatkan informasi dari lokal saja, tempat dimana barang tersebut berasal atau dibuat pada masa itu. Untuk harga dari barang tersebut juga cukup terbilang tinggi, seperti informasi pada gambar berikut dibawah ini.






Alamat web sebagai sumber informasi ada terdapat pada gambar diatas.

Untuk Tempat Manisan Antik yang saya miliki ini kondisinya masih cukup baik, dan jika terdapat sedikit kekurangan masih terbilang wajar, karena pemakaian dan usia. Warna merah gincu pada barang tersebut masih terbilang utuh, dan prada emas pada bagian lapisan luar gincu ada beberapa bagian yang sudah terkikis karena usia. Ukurannya memiliki dimensi lebih kurang, tinggi 18,5cm x lebar depan 22cm x lebar samping 10cm. Pada bagian dalam barang tersebut terdapat marking terlihat agak samar seperti simbol gambar pohon. 





Barang-barang Cina yang saya ketahui seperti barang dari porselen, selain terdapat marking huruf kanji Cina terkadang menggunakan gambar simbol tertentu, seperti gambar daun dan mungkin juga simbol gambar lainya, seperti contoh pada gambar berikut dibawah ini.


Kemungkinan simbol pohon pada tempat manisan tersebut adalah Pohon Kehidupan. Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, dalam tradisi Tiongkok, Pohon Kehidupan seringkali menghasilkan buah persik keabadian, melambangkan umur panjang dan anugerah ilahi. Dalam seni Taois, pohon ini muncul sebagai jembatan antara alam duniawi dan surga, mempekuat kepercayaan bahwa harmoni dengan alam mengarah pada kepuasan spiritual.

Untuk tempat manisan ini biasa penempatannya ada diatas meja sembahyang atau altar. Dalam sembahyang kepada leluhur atau Tuhan (Tian) atau Dewa2, selain ada sajian lainnya juga ada sajian manisan, yang mengandung makna arti agar kehidupan itu terus manis.

Selasa, 10 Februari 2026

Mr X Sang Petinggi Partai Tionghoa Pertama di Indonesia "Chung Hwa Hui"

 

Tuan X Petinggi Partai Tionghoa pertama di Indonesia "Chung Hwa Hui"

Pada bagian bawah kanan foto terdapat nama studio foto dan lokasinya
NV Charls & van ES & Co - Ned Indie
Foto diambil pada 1 Maret 1914


Foto Koleksi Pribadi
Ukuran Foto 14,50cm x 9,75cm
Ukuran Boardnya 16,50cm x 10,50cm

Foto diatas kemungkinannya adalah salah satu petinggi partai atau tokoh inti dari Partai Tionghoa pertama di Indonesia "Chung Hwa Hui". Hal ini berdasarkan analisa awal yang saya ketahui dari dokumentasi foto-foto yang saya dapatkan. 

Dokumentasi dibawah ini adalah saat beliau foto bersama dengan Meneer Belanda (Meneer diposisi tengah pada foto), dimana beliau duduk di lingkungan sekitar, disebelah kanan seperti tampak pada foto.



Mr X tampak bersebelahan, duduk diposisi bagian kanan pada foto dengan Meneer Belanda

Meneer Belanda

Tuan X Petinggi Partai Chung Hwa Hui

Foto Koleksi Pribadi
Ukuran Foto 28,50cm x 22,50cm
Ukuran Boardnya 42cm x 35,25cm


Saya menyebut Tuan X karena sampai saat ini saya belum mengetahui pasti nama beliau. Saya menanyakan kepada rekan saya yang mendapatkan foto awal ini tetapi tidak mengetahui nama beliau. Informasi di media sosial pun saya belum mendapatkan siapa nama dari beliau sebenarnya, saya hanya mendapatkan nama yang tertulis pada bagian belakan foto ini, yaitu "Lauw Hway Tien". Dan apakah nama tersebut benar nama beliau? Atau mengandung makna arti kata lainnya? Sayapun hanya mengira-ngira saja, karena nama beliau sepertinya luput dari catatan sejarah berdirinya Partai "Chung Hwa Hui" tersebut. 

Foto berikutnya dibawah ini adalah foto dokumentasi beliau bersama istri dan pelayannya, dimana beliau foto dengan latar belakan rumah yang besar dan halaman luas, menandakan beliau adalah orang berada atau kaum bangsawam pada masa itu.

Foto Mr. X bersama istri dan pelayannya

Foto Koleksi Pribadi
Ukuran Foto 20,50cm x 15cm
Ukuran Boardnya 30,75cm x 20,50cm

Pada bagian belakan foto tampak nama Fotografer/Studio Foto dan kota Batavia


Foto dibawah ini adalah foto beliau bersama dengan Putri Juliana dan anggota Partai "Chung Hwa Hui".



Foto Koleksi Pribadi
Ukuran Foto 29,50cm x 23,50cm
Ukuran Papannya 43cm x 36cm
(Telah terjual ke Kolektor)


Foto diatas diabadikan pada tanggal 15 Oktober 1937 dengan lokasi di Buitenzorg (Bogor saat ini). Pada foto beliau tampak terlihat yang diberi tanda lingkaran berwarna putih, dengan posisi berada dibelakang Putri Juliana yang mengenakan topi berwarna putih.

Berikutnya dibawah ini adalah foto beliau dan istri bersama rekan-rekan atau para kerabatnya saat merayakan Hari Natal di Singapura.


Lingkaran berwarna putih adalah beliau dan istrinya


Pada bagian bawah kanan foto terdapat nama studio foto dan lokasinya.
Photographies Universal - Emporium Singapore

Foto Koleksi Pribadi
Ukuran Foto 29cm x 24cm
Ukuran Boardnya 44cm x 35,50cm


Foto dibawah ini adalah saat ia pergi berlibur ke Mesir bersama rekan. Tampak pada foto sebelah kiri bawah tertulis nama kota Kairo, 23 April 1937.

Foto Mr. X posisi sebelah kanan, duduk diatas kuda dengan latar belakang Pyramida

Foto Mr. X sedang duduk diatas kuda bersama pawang di samping kudanya

Foto Koleksi Pribadi
Ukuran Foto 24cm x 18cm
Ukuran Papannya 34cm x 28cm


Demikian sedikit sepenggal kisah dari kaum bangsawan petinggi Partai Tionghoa Pertama di Indonesia, pada masa Hindia Belanda. Semoga cerita ini dapat mengisi sedikit sejarah mengenai kehidupan kaum bangsawan Cina Peranakan di masa lalu. Terimakasih sudah berkunjung di blogspot Old Vintge Gallery.