Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label Intermezzo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Intermezzo. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Februari 2026

Cermin Rias Era Dinasti Ching (Qing Dynasty) Circa Last 1800












Berikut ini adalah barang Peranakan Cina yang mungkin terlihat seperti barang biasa saja, yaitu sebuah Cermin Rias (seperti yang terlihat pada foto di atas), yang terbuat dari bahan kayu. Jika kita menelusuri sejarahnya, maka akan ditemukan bahwa ternyata barang berupa Cermin Rias ini, menyimpan nilai sejarah yang sangat berarti.

Kondisi Cermin Rias tampak terlihat seperti barang tua pada umumnya, dimana permukaan kayunya ada yang terkikis dan ada sedikit berkerak karena termakan usia. Cermin ada flak dan pada kayunya juga terlihat ada sedikit retak karena pemakaian dan penyimpanan pada masa itu, seperti tampak pada foto berikut dibawah.



Tanda panah berwarna putih menunjukkan sedikit retakan pada kayu Cermin Rias tersebut. Namun demikian secara keseluruhan kondisi barang tersebut masih sangat layak untuk dijadikan barang koleksi. Untuk pembuatannya sendiri saya melihatnya cukup unik, dimana cermin ditanamkan pada kayu, dan cermin juga terlihat mengikat pada bingkai tanpa terlihat sambungan kayunya pada bagian tepi bingkai. 

Untuk teknik pemasangan cermin seperti itu saya pribadi belum pernah mendapatkan informasinya, karena bagi saya sangat unik, dimana cermin ditanamkan pada bingkai tanpa ada celah kayunya, dan kayu terlihat utuh tanpa ada sambungan terlihat. Hal seperti ini belum saya dapatkan pada pembuatan Cermin Rias pada era sekarang ini, dengan teknik pemasangan yang seperti itu. Biasanya Cermin Rias dimasukkan pada bingkai belakang dan diberi penahan pengaitnya, atau dipasang dengan bingkai yang bagian pinggir ada bagian sambungannya.

Berdasarkan situs Barang Antik yang berada di Cina, ada postingan Cermin Rias yang bentuk atau desainnya sama dengan yang saya miliki, namun untuk ukuran dan beratnya ada perbedaan, kemungkinan pada masa itu ada dibuat dengan 2 (dua) ukuran berbeda. 

Cermin Rias yang saya miliki memiliki ukuran lebih kurang panjang 26,5cm dan lebar 10,5cm, dengan berat sekitar 134gram. Untuk bahan kayu yang digunakan juga sama dengan situs tersebut (bukan jenis kayu lokal seperti kayu jati atau mahoni), seperti tampak pada keterangan dari foto dibawah ini.






Pada keterangan diatas tampak sebuah Cermin Rias dengan design dan bahan kayu yang sama dengan yang saya miliki, dimana pada situs tersebut memberikan harga jual yang cukup tinggi, dan dari hasil terjemahan melalui google Translate, menjelaskan bahwa Cermin Rias ini adalah barang peninggalan antik era pendudukan Jepang di Cina pada masa itu. Berikut foto dibawah ini adalah hasil keterangan pada situs tersebut, setelah diterjemahkan dengan google Translate.



Jika kita menelusuri awal penduduk Jepang di Cina, sejarah mencatat Perang Tiongkok - Jepang Pertama dimulai pada 1 Agustus 1894 - 17 April 1895. Adalah sebuah perang antara Dinasti Qing Tiongkok dan Meiji Jepang, dalam perebutan kendali atas Korea. Berikut dibawah adalah informasinya berdasarkan Wikipedia.


Dari keterangan tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa Cermin Rias tersebut kemungkinan dibuat pada Era Dinasti Ching (Dinasti Qing), sekitar akhir tahun 1800an. 

Demikian sekilas informasi mengenai Cermin Rias tersebut. Semoga dapat memberika sedikit penjelasan mengenai sejarah dari barang tersebut. Antik, Unik dan Langka. Menarik bagi saya untuk Cermin Rias tersebut dapat dijadikan barang koleksi.
  
SOLD OUT

Kamis, 19 Februari 2026

Tempat Manisan Cina Antik

 















Foto diatas adalah sebuah Tempat Manisan Antik yang terbuat dari bahan Pewter (Logam Putih), dan berdasarkan informasi yang saya dapatkan salah satu kerajinan Cina kuno yang terkenal didunia adalah Pewter (Logam Putih), yaitu merupakan seni pembentukan dan pengolahan logam putih yang indah dan unik. Bahan ini terbuat dari campuran logam, seperti timah, tembaga, antimon, dan seng. Kerajinan Pewter telah ada sejak zaman kuno dan terus menjadi salah satu bentuk seni yang paling diminati hingga saat ini.

Salah satu daya tarik utama dari kerajinan Pewter adalah keindahannya yang khas. Logam putih memiliki kilau lembut dan warna elegan yang mampu memberikan sentuhan mewah pada setiap karya seni yang dibuat.

Seniman kerajinan logam China Pewter menggunakan berbagai teknik dalam pembuatannya. Mulai dari pukulan, cetakan, hingga ukiran untuk menciptakan pola dan detail yang rumit. Teknik ini akan menghasilkan karya seni yang memikat mata dan memberikan keindahan abadi.

Setiap karya Pewter memiliki karakteristik yang berbeda-beda, tergantung pada gaya dan teknik senimannya. Karya Pewter memiliki motif tradisional yang terinspirasi dari budaya dan warisan lokal. Selain itu, ada juga karya Pewter yang memiliki desain lebih modern dan kontemporer. Keunikan ini membuat karya seni Pewter bernilai tinggi. 

Sumber informasi: https://wirotocraft.com/kerajinan-logam-china/


Dibawah ini adalah beberapa contoh barang yang terbuat dari Pewter dengan harga tinggi:








Untuk tempat manisan yang saya miliki ini sepertinya sangat jarang sekali, bahkan tidak ada informasi keberadaannya dipasaran Eropa dan Amerika, karena saya hanya mendapatkan informasi dari lokal saja, tempat dimana barang tersebut berasal atau dibuat pada masa itu. Untuk harga dari barang tersebut juga cukup terbilang tinggi, seperti informasi pada gambar berikut dibawah ini.






Alamat web sebagai sumber informasi terdapat pada gambar diatas.

Untuk Tempat Manisan Antik yang saya miliki kondisinya masih cukup baik, dan jika terdapat sedikit kekurangan masih wajar, karena pemakaian dan usia. Warna merah gincu pada barang tersebut masih terbilang utuh, dan prada emas pada bagian lapisan luar gincu ada beberapa bagian yang sudah terkikis karena usia. Ukurannya memiliki dimensi lebih kurang, tinggi 18,5cm x lebar depan 22cm x lebar samping 10cm. Pada bagian dalam barang tersebut terdapat tanda yang terlihat agak samar seperti simbol gambar pohon. 





Barang-barang Cina yang saya ketahui seperti barang dari porselen, selain terdapat tanda huruf kanji Cina terkadang menggunakan gambar simbol tertentu, seperti gambar daun dan mungkin juga simbol gambar lainya, seperti contoh pada gambar berikut dibawah ini.


kemungkinan simbol pohon pada tempat manisan tersebut adalah Pohon Kehidupan. Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, dalam tradisi Tiongkok, Pohon Kehidupan seringkali menghasilkan buah persik keabadian, melambangkan umur panjang dan anugerah ilahi. Dalam seni Tao, pohon ini muncul sebagai jembatan antara alam duniawi dan surga, mempekuat kepercayaan bahwa harmoni dengan alam mengarah pada kepuasan spiritual.

Untuk tempat manisan ini biasanya penempatannya ada di atas meja sembahyang atau altar. Dalam sembahyang kepada leluhur atau Tuhan (Tian) atau Dewa2, selain ada sajian lainnya juga ada sajian manisan, yang mengandung makna arti agar kehidupan itu terus manis.

SOLD OUT

Rabu, 28 Januari 2026

Sisipan Koran Berita Dalam Negeri "Hari Maulid Poetri Juliana" 29 April 1948

 


Dokumen berikut diatas adalah sisipan atau lampiran tambahan pada Koran (diserap dari bahasa Belanda Krant , yang sebelumnya dieja Courant ), yang Merujuk pada lembar berita atau surat kabar, yang dipublikasikan pada masa Republik Indonesia Serikat (RIS), di mana terbit pada tanggal 29 April 1948, tepat satu hari sebelum Hari Maulid atau Hari Ulang Tahun Putri Juliana ke-39, yang tepat jatuh pada tanggal 30 April 1948.

Putri Jualiana dengan nama lengkap Juliana Louise Emma Marie Wilhelmina, lahir di Den Haag Belanda pada tanggal 30 April 1909, adalah Putri tunggal dari Ratu Wilhelmina dan Pangeran Hendrik. Ratu Wilhelmina pada saat itu adalah Ratu Belanda dari tahun 1890 hingga tahun 1948, dan menyerahkan kekuasannya pada Putri Juliana pada tanggal 6 September tahun 1948. Berkuasa selama hampir 58 tahun, menjadikan Monarki dengan masa pemerintahan terlama dalam sejarah Belanda.

Bagi saya sisipan Koran atau lampiran dokumen ini (sebutan bahasa Belanda nya Bijvoegsel ), adalah dokumen penting yang sangat langka dan sangat layak untuk dikoleksi.  Bijvoegsel yang secara harafiah berarti "lampiran" atau "sisipan", pada masa Hindia Belanda biasanya berisikan iklan tambahan, berita daerah yang lebih spesifik, atau pengumuman resmi pemerintah yang diselipkan di dalam surat kabar harian utama.

Menarik dari sisipan ini adalah berita utama yang diumumkan atau diberitahukan keesokan harinya, pada tanggal 30 April 1948 adalah hari ulang tahun Putri Juliana, dimana pada tahun yang sama juga saat terbitnya sisipan tersebut, Putri Juliana diangkat menjadi Ratu Belanda pada bulan September tahun 1948. Bagi saya pribadi, peristiwa ini diibaratkan merupakan menjadi kado terbesar bagi beliau, dengan diangkatnya menjadi Ratu Belanda.

Hal yang menarik juga bagi saya, sisipan dokumen ini terbit pada masa RIS. Republik Indonesia Serikat (RIS) adalah sebuah Negara Federal yang berumur pendek, di mana Belanda resmi secara mengalihkan kedaulatan Hindia Belanda pada tanggal 27 Desember 1949, setelah Konferensi Meja Bundar. Penyerahan ini mengakhiri konflik selama lebih kurang empat tahun, antara kaum Nasionalis Indonesia dan Belanda untuk menguasai Indonesia, yang akhirnya Republik Indonesia Serikat berganti nama menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Berikut dibawah adalah halaman pertama berita dari sisipan Koran tersebut, diamana berita lainnya juga terdapat informasi mengenai peringatan satu tahun berdirinya daerah Kalimantan Barat.





Berikut dibawah adalah berita halaman kedua dari sisipan Koran tersebut. Berita utamanya adalah Penobatan Wali Negara Pasundan, dan selanjutnya juga ada berita mengenai Konfrensi Negara Indonesia Serikat yang akan diadakan pada bulan Mei 1948.





Hal mengenai Ratu Julia dari beberapa informasi lain yang saya dapatkan, bahwa dia adalah seorang Ratu yang fenomenal dan disegani hingga masa orang tuanya. Kisah Ratu Juliana menjadi salah satu potret kepemimpinan Monarki yang berpijak pada efisiensi dan dedikasi. Ia dikenal sebagai sosok yang hangat, rendah hati dan memiliki jiwa kepemimpinan yang tulus. Sebagai seorang Ratu bukanlah sekedar gelar, tetapi cerminan perjuangan dan pengabdian terhadap rakyat.

Pada tanggal 27 Desember 1949, Ratu Belanda Juliana meneken penyerahan kedaulatan dari Belanda ke Republik Indonesia. Sebagai bagian dari pengakuan kedaulatan Indonesia sebagai bangsa yang merdeka. Perjalanan Ratu Juliana juga mencatat momen penting saat ia mengunjungi Indonesia pada tahun 1971, lebih dari dua dekade setelah kemerdekaan Indonesia dari Belanda. Kunjungan tersebut memiliki nilai historis dan emosional yang mendalam, karena menjadi simbol rekonsiliasi antara dua negara yang sempat berada dalam ketegangan panjang. Setelah berkuasa selama 32 tahun, pada tanggal 30 April 1980 Ratu Juliana menyerahkan kekuasannya pada Ratu Betrix Wilhelmina Armgard. Sejak saat itu beliau kembali hidup sebagai warga kerajaan biasa dengan gelar Putri Juliana, hingga pada tanggal 20 Maret 2004 Ratu Juliana wafat pada usia 94 tahun.

Demikian sedikit informasi mengenai sisipan dokumen yang saya miliki sebagai koleksi pribadi tersebut, dan semoga bisa menjadi sedikit catatan sejarah bagi masyarakat Indonesia. Merdeka!!