Dokumen berikut diatas adalah sisipan atau lampiran tambahan pada Koran (diserap dari bahasa Belanda Krant , yang sebelumnya dieja Courant ), yang Merujuk pada lembar berita atau surat kabar, yang dipublikasikan pada masa Republik Indonesia Serikat (RIS), di mana terbit pada tanggal 29 April 1948, tepat satu hari sebelum Hari Maulid atau Hari Ulang Tahun Putri Juliana ke-39, yang tepat jatuh pada tanggal 30 April 1948.
Putri Jualiana dengan nama lengkap Juliana Louise Emma Marie Wilhelmina, lahir di Den Haag Belanda pada tanggal 30 April 1909, adalah Putri tunggal dari Ratu Wilhelmina dan Pangeran Hendrik. Ratu Wilhelmina pada saat itu adalah Ratu Belanda dari tahun 1890 hingga tahun 1948, dan menyerahkan kekuasannya pada Putri Juliana pada tanggal 6 September tahun 1948. Berkuasa selama hampir 58 tahun, menjadikan Monarki dengan masa pemerintahan terlama dalam sejarah Belanda.
Bagi saya sisipan Koran atau lampiran dokumen ini (sebutan bahasa Belanda nya Bijvoegsel ), adalah dokumen penting yang sangat langka dan sangat layak untuk dikoleksi. Bijvoegsel yang secara harafiah berarti "lampiran" atau "sisipan", pada masa Hindia Belanda biasanya berisikan iklan tambahan, berita daerah yang lebih spesifik, atau pengumuman resmi pemerintah yang diselipkan di dalam surat kabar harian utama.
Menarik dari sisipan ini adalah berita utama yang diumumkan atau diberitahukan keesokan harinya, pada tanggal 30 April 1948 adalah hari ulang tahun Putri Juliana, dimana pada tahun yang sama juga saat terbitnya sisipan tersebut, Putri Juliana diangkat menjadi Ratu Belanda pada bulan September tahun 1948. Bagi saya pribadi, peristiwa ini diibaratkan merupakan menjadi kado terbesar bagi beliau, dengan diangkatnya menjadi Ratu Belanda.
Hal yang menarik juga bagi saya, sisipan dokumen ini terbit pada masa RIS. Republik Indonesia Serikat (RIS) adalah sebuah Negara Federal yang berumur pendek, di mana Belanda resmi secara mengalihkan kedaulatan Hindia Belanda pada tanggal 27 Desember 1949, setelah Konferensi Meja Bundar. Penyerahan ini mengakhiri konflik selama lebih kurang empat tahun, antara kaum Nasionalis Indonesia dan Belanda untuk menguasai Indonesia, yang akhirnya Republik Indonesia Serikat berganti nama menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Berikut dibawah adalah halaman pertama berita dari sisipan Koran tersebut, diamana berita lainnya juga terdapat informasi mengenai peringatan satu tahun berdirinya daerah Kalimantan Barat.
Hal mengenai Ratu Julia dari beberapa informasi lain yang saya dapatkan, bahwa dia adalah seorang Ratu yang fenomenal dan disegani hingga masa orang tuanya. Kisah Ratu Juliana menjadi salah satu potret kepemimpinan Monarki yang berpijak pada efisiensi dan dedikasi. Ia dikenal sebagai sosok yang hangat, rendah hati dan memiliki jiwa kepemimpinan yang tulus. Sebagai seorang Ratu bukanlah sekedar gelar, tetapi cerminan perjuangan dan pengabdian terhadap rakyat.
Pada tanggal 27 Desember 1949, Ratu Belanda Juliana meneken penyerahan kedaulatan dari Belanda ke Republik Indonesia. Sebagai bagian dari pengakuan kedaulatan Indonesia sebagai bangsa yang merdeka. Perjalanan Ratu Juliana juga mencatat momen penting saat ia mengunjungi Indonesia pada tahun 1971, lebih dari dua dekade setelah kemerdekaan Indonesia dari Belanda. Kunjungan tersebut memiliki nilai historis dan emosional yang mendalam, karena menjadi simbol rekonsiliasi antara dua negara yang sempat berada dalam ketegangan panjang. Setelah berkuasa selama 32 tahun, pada tanggal 30 April 1980 Ratu Juliana menyerahkan kekuasannya pada Ratu Betrix Wilhelmina Armgard. Sejak saat itu beliau kembali hidup sebagai warga kerajaan biasa dengan gelar Putri Juliana, hingga pada tanggal 20 Maret 2004 Ratu Juliana wafat pada usia 94 tahun.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar