Total Tayangan Halaman

Sabtu, 14 Maret 2026

Dokumen Antik Seorang Bangsawan Jawa dan Polisi Lintas Masa

 



Foto berikut diatas adalah seorang bangsawan Jawa bernama lengkap Raden Santoso Soekotjo (Juni 1922) yang juga adalah seorang Polisi di Masa Hindia Belanda sampai Masa Orde Baru. Saya menyebutnya seorang Polisi Lintas Masa, karena masih menjabat sebagai Polisi di Masa Hindia Belanda, Masa Penjajahan Jepang, Orde Lama dan sampai dengan Orde Baru.

Foto berikut dibawah adalah dokumentasi saat RS Soekotjo berada diruang kerjanya.



Foto berikut dibawah adalah saat RS Soekotjo sedang menaiki motor Polisi bersama asistennya di masa Hindia Belanda, didepan Pasanggrahan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkoenagoro VII.


Foto RS Soekotjo bersama asistenya 1928

Berdasarkan dokumen yang saya dapatkan ayah dari RS Soekotjo juga merupakan Pejabat Polis pada Masa Hindia Belanda, dan nama ayah beliau adalah Raden Ramelan Z, SH yang menjabat sebagai Wedana Politie. Berikut dibawah adalah foto ayah dari RS Soekotjo dan juga foto keluarga beliau.

Raden Ramelan Z, SH
Wedana Politie


Foto RS Soekotjo dan Keluarga 1928

Sekedar untuk diketahui Wedana Polisi di masa Hindia Belanda adalah Polisi Pangreh Praja (Bestuur Politie), yang merupakan kesatuan-kesatuan polisi di daerah-daerah di bawah pimpinan Camat, Wedana, dan Bupati.

Foto berikut di bawah ini adalah RS Soekotjo bersama anak-anaknya disalah satu ruangan rumah beliau (27 Desember 1929), dan foto istri beliau dengan bayinya beserta pelayannya.




Raden Santoso Soekotjo juga merupakan seorang Atlet dimasa Hindia Belanda, hal tersebut terkonfirmasi dari Diploma tahun 1941 yang saya dapatkan seperti dibawah ini.




RS Soekotjo juga pernah mendapatkan penghargaan dari Paku Alam VIII atas jasa dan bantuan yang diberikan pada saat Perayaan Asian Games IV tahun 1962 di Jakarta. Pada saat itu RS Soekotjo mengangkat Komisaris Polisi. 

Berikut adalah dokumen penghargaanya seperti dibawah ini.




Dokumen berikut di bawah ini adalah sebuah surat yang kemunginan dari tante beliau, mengenai permintaan ijin agar rumah milik beliau di Solo dapat bisa ditempati, karena masih kondisi kosong tidak dihuni. Saat itu RS Soekotjo sudah tinggal di Jakarta.







Pada surat yang dibuat pada tanggal 19 Agustus 1970 tersebut, tante beliau melampirkan sebuah foto RS Soekotjo saat sedang menaiki Vespa, dan pada surat tersebut RS Soekotjo sudah berpangkat AKBP (Ajun Komisaris Besar Polisi).

Demikian dokumen peninggalan masa lalu seorang Bangsawan Jawa yang saya miliki, menarik untuk menjadi barang koleksi.