Total Tayangan Laman

Sabtu, 29 Maret 2014

Jam RA Junghans "Tan Liong Tik - Soerabaya"















Jam RA Junghans "Tan Liong Tik - Soerabaya" 

Jam ini menggunakan mesin Junghas buatan Jerman dan masih berfungsi baik. Ukuran cukup besar dengan dimensi secara keseluruhan tinggi 102cm, lebar muka 38,5,  lebar samping 18cm dan diameter dial Jam 15cm. 

Produksi diperkirakan pada akhir 1800an s/d awal 1900an. Pada permukaan Jam terdapat nama "Tan Liong Tik - Soerabaya" yang kemungkinan ini adalah nama orang atau nama sebuah toko yang ada di kota Surabaya pada masa itu. 

Permukaan Jam terbuat dari bahan porcelein/enamel dan masih dalam kondisi baik tidak ada retak ataupun cuil, dan komponen atau asesoris pada Jam juga masih lengkap. Kayu terbuat dari bahan jenis kayu oak atau eken, dan masih dalam keadaan baik tidak ada keropos.

Jam RA yang bertuliskan sesuatu pada platnya entah itu nama perusahaan atau nama orang biasanya paling digemari oleh kebanyakan orang atau kolektor, karena Jam tersebut memiliki history tersendiri.

Keterangan : SOLD OUT

Jam RA Junghans made in Germany

















Jam RA Junghans made in Germany 

Jam ini menggunakan mesin Junghas buatan Jerman dan masih berfungsi baik. Ukuran agak kecil dengan dimensi secara keseluruhan tinggi 65cm, lebar muka 27cm,  lebar samping 16cm dan diameter dial Jam 12,5cm. 

Produksi diperkirakan pada akhir 1800an s/d awal 1900an. Pada permukaan Jam terdapat logo Junghans dan negara pembuatnya Germany.

Permukaan Jam terbuat dari bahan porcelein/enamel dan masih dalam kondisi baik tidak ada retak ataupun cuil, dan komponen atau asesoris pada Jam juga masih lengkap. Kayu terbuat dari bahan jenis kayu oak atau eken, dan masih dalam keadaan baik tidak ada keropos.

Keterangan : SOLD OUT

Jam Antik "Seikosha - Japan" Circa 1890 - 1900














Jam Antik "Seikosha - Japan" Circa 1890 - 1900

Jam ini adalah buatan Jepang yang diproduksi kurang lebih tahun 1890 s/d awal 1900, dan merupakan design jam dinding awal pertama kali yang dibuat. Nama Seikosha adalah cikal bakal jam dengan nama Seiko yang bertahan hingga saat ini. Seikosha Clock Factory mulai berdiri pada tahun 1881 dan mulai memproduksi jam dinding pada tahun 1892. 

Kondisi mesin jam masih berfungsi baik dan berjalan normal. Ukuran dimensi jam secara keseluruhan tinggi 53cm, lebar 36cm dan diameter dial jam 26cm. Pada permukaan jam terdapat logo diamond yang dikelilingi lingkaran dan ditengahnya ada huruf S (Seikosha). Jam berdentang setiap jam saja, dan itu memang bawaan fabrikan dari awal diproduksi.

Permukaan jam terbuat dari bahan plat besi, dan cat pada dial jam dalam keadaan agak kusam, dan juga ada sedikit cat yang terkelupas. Kondisi seperti ini masih terbilang wajar, sebab hal itu terjadi oleh karena pemakaian dan usia. Komponen atau asesoris pada jam masih tergolong lengkap. Kayu terbuat dari bahan jenis kayu oak atau eken, dan masih dalam keadaan baik, hanya ada sedikit kayu terkelupas pada pinggir bagian belakang atas sebelah kiri, seperti tampak pada gambar diatas yang diberi tanda anak panah berwarna merah. 

Berikut sekilas informasi Seikosha Clock Company :


Seikosha First Clock



Keterangan : SOLD OUT

Jam RA Mauthe made in Germany

















Jam RA Mauthe made in Germany 

Jam ini menggunakan mesin buatan Jerman dan masih berfungsi, namun setiap harinya waktu agak berjalan lambat sekitar kurang lebih 5 menit. Hal tersebut dikarenakan tiang pada pendulum tidak dapat diatur naik dan turun karena tidak dapat bergerak alias lengket sehingga tidak dapat disesuaikan dengan menaikan pendulumnya, jadi perlu sedikit perbaikan. Pada pendulum lambang RA sudah diganti oleh pemiliknya terdahulu dengan kertas dikarenakan permukaannya kemungkinan sudah rusak.

Jam memiliki ukuran sedang dengan dimensi secara keseluruhan tinggi 75cm, lebar muka 30cm, lebar samping 17cm dan diameter dial Jam 14,5cm. Produksi diperkirakan pada awal 1900an. Pada permukaan Jam terdapat logo Mauthe bergambar burung dan huruf  FMS (Friedrich Mauthe Schwenningen).

Permukaan dial Jam masih dalam kondisi baik namun logo bergambar burung agak sedikiti pudar. Untuk komponen atau asesoris pada Jam juga masih lengkap, namun untuk baut-baut pada rangka penahan mesin jam sudah pernah diganti dengan baut baru. Kayu terbuat dari bahan jenis kayu oak atau eken, kondisi masih dalam keadaan baik dan sudah pernah dicat atau diplitur ulang oleh pemiliknya terdahulu.

Berikut sekilas informasi sejarah Mauthe Clock Company :

Friedrich Mauthe (2 Juni 1822 - 2 Februari 1884) memulai sebuah pabrik jam kecil di Schwenningen pada tahun 1870 dan 1899. Perusahaan jam Mauthe mulai sebagai pemasok umum dan juga peralatan pembuat jam. Mauthe memulai perusahaan manufaktur sendiri pada tahun 1876. Anak-anaknya Christian dan Yakub bergabung dengan perusahaan keluarga pada tahun 1876. Pada tahun 1886 pabrik Mauthe mulai memproduksi sendiri. Pada tahun 1899 Mauthe menambah sebuah pabrik, dan pada tahun 1900 jumlah karyawan sudah mencapai 1.000 orang. Pada 1915 Mauthe menambahkan sawmill and milling shop. Pada tahun 1923 tahun inflasi Mauthe mendapat persaingan ketat. Pada tahun 1930, 2000 pekerja menghasilkan 45.000 jam dan arloji seminggu. Pada tahun 1923, Mauthe perusahaan Jerman ini mengekspor produksinya 60% ke London. Pada tahun 1970, Mauthe berjuang untuk bertahan hidup, dan pada tahun 1975 perusahaan dalam pengawasan kurator dan akhirnya dipaksa untuk tutup ditahun 1976.

Keterangan : SOLD OUT